Hotel Indonesia Group
23 November 2021
Rebranding Merumatta Sengigi Lombok
Lombok,

MATARAM-Semakin berkembangnya destinasi pariwisata di Lombok dilirik PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) selaku induk BUMN Perhotelan. Dalam mendukung ini sebanyak 10 hotel BUMN rebranding untuk melanjutkan rangkaian integrasi bisnis perhotelan  BUMN serentak di Lombok, Sabtu (20/11).

”Yang direbranding Merumatta Senggigi Lombok dan 9 Hotel Khas se-Indonesia,” kata Direktur HC dan Pengembangan PT Wijaya Karya (Persero)Tbk sekaligus Project Management Office Holding Hotel BUMN Mursyid.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dan jajaran Kementerian BUMN. Turut hadir Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Agung Budi Waskito, Direktur HC dan Pengembangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sekaligus Project Management Office Holding Hotel BUMN Mursyid, Direktur Utama PT Wijaya Karya Realty Koko Cahyo Kuncoro, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) Iswandi Said, dan jajaran direksi-direksi BUMN.

”Acara rebranding ini merupakan wujud rangkaian evolusi bisnis perhotelan BUMN yang bertujuan meningkatkan nilai-nilai hotel yang dimiliki BUMN,”tambahnya.

Proses rebranding ditandai dengan transformasi Hotel Killa Senggigi menjadi Merumatta. Ada juga sembilan unit Hotel Pesonna yang berada di Pekanbaru, Tegal, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Gresik, Surabaya, dan Makassar yang menjadi KHAS Hotel.

”Kami melakukan rebranding ini sebagai salah satu strategi dari keseluruhan roadmap Holding Hotel BUMN,” terangnya.

Ini juga dalam upaya meningkatkan nilai hotel-hotel milik BUMN sebagai layanan akomodasi yang dinamis. Dengan nilai dan ciri khas yang unik untuk menciptakan perhotelan lokal yang otentik. Transformasi Hotel Killa menjadi Merumatta Senggigi dilakukan untuk memperkuat kehadiran brand Meru dengan menjadikan hotel ini sebagai hotel bintang lima, dari sebelumnya bintang empat. Disamping itu brand KHAS didedikasikan sebagai hotel bintang tiga yang menjadi hotel dengan karakteristik kuat menonjolkan budaya lokal masing-masing hotel yang direpresentasikan.

WIKA Realty sendiri kini telah resmi menjadi induk Holding Hotel BUMN yang pada tahap pertamanya memiliki 21 hotel BUMN. PT Hotel Indonesia Group sebagai operatornya.

”Saat ini Tim PMO sedang mempersiapkan Tahap dua proses Holding Hotel BUMN ini, yaitu parenting dan partnership. Kami ucapkan terima kasih dan mohon dukungan utamanya dari Kementerian BUMN dan seluruh pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan ini sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata di Indonesia. Hotel BUMN kedepannya akan mengenalkan kearifan lokal yang ada di daerahnya masing-masing.

”Ini bentuk kontribusi BUMN dalam mengenalkan potensi pariwisata di semua daerah yang ada di Indonesia,” kata dia.

HIGHLIGHTS